Template kontrak: bagian-bagian yang wajib ada di setiap perjanjian

2 menit baca

Sebagian besar perjanjian bisnis, dari kontrak jasa sampai perjanjian pasokan barang, tersusun dari blok-blok yang sama. Jika Anda mengenalnya, Anda bisa membaca kontrak apa pun lebih cepat, melihat apa yang kurang, dan menyiapkan template sendiri. Berikut bagian-bagian yang dibutuhkan hampir setiap perjanjian, dan apa isi masing-masing.

Bagian-bagian kontrak

1. Para pihak

Siapa yang menandatangani: nama resmi lengkap, nomor registrasi, alamat, serta orang yang menandatangani beserta jabatannya. Kesalahan pada nama perusahaan bisa mempersulit penegakan kontrak di kemudian hari.

2. Objek perjanjian

Apa tepatnya yang dilakukan satu pihak untuk pihak lainnya: jasa, barang, atau hasil kerja. Semakin samar objeknya, semakin besar ruang untuk sengketa. Jika pekerjaannya rumit, uraikan dalam lampiran: spesifikasi atau lingkup pekerjaan.

3. Jangka waktu

Kapan pekerjaan dimulai, kapan selesai, dan tahapan di antaranya. Tulis tanggal atau aturan yang jelas, misalnya “dalam 10 hari kerja setelah uang muka dibayarkan”.

4. Harga dan pembayaran

Harga atau cara menghitungnya, mata uang, apa yang termasuk dan tidak termasuk, jadwal pembayaran (uang muka, per tahap, pelunasan), serta metode pembayaran.

5. Serah terima

Bagaimana hasil diserahkan dan diterima: siapa yang memeriksa, berapa lama waktu pemeriksaannya, bagaimana catatan atau keberatan disampaikan, dan apa yang terjadi jika tidak ada tanggapan. Banyak sengketa berawal di sini.

6. Hak dan kewajiban

Apa yang wajib dilakukan setiap pihak: menyediakan materi dan akses, mematuhi jadwal, melaporkan masalah. Juga siapa pemilik hasil kerja, misalnya hak atas teks, desain, atau kode.

7. Tanggung jawab

Apa yang terjadi jika salah satu pihak melanggar kontrak: denda keterlambatan, batas tanggung jawab, dan keadaan kahar (force majeure).

8. Kerahasiaan

Informasi apa yang harus dirahasiakan, berapa lama, dan apa pengecualiannya.

9. Masa berlaku, pengakhiran, dan penyelesaian sengketa

Berapa lama kontrak berlaku, bagaimana masing-masing pihak bisa mengakhirinya lebih awal, hukum mana yang berlaku, dan bagaimana sengketa diselesaikan: musyawarah lebih dulu, lalu pengadilan tertentu atau arbitrase.

Kesalahan yang memicu sengketa

  • Objek perjanjian yang hanya dijelaskan dalam satu baris yang samar.
  • Tidak ada prosedur serah terima: pekerjaan sudah selesai, tetapi tidak ada yang bisa memastikan kapan hasilnya diterima.
  • Jangka waktu yang berbeda antara kontrak dan lampirannya.
  • Menyalin template dari negara lain tanpa memeriksa apakah sesuai dengan hukum yang berlaku bagi Anda.

Template hanyalah titik awal

Template yang baik menghemat waktu dan memastikan tidak ada hal penting yang terlupa. Namun hukum berbeda di setiap negara, jadi untuk transaksi besar atau ketentuan yang tidak biasa, sebaiknya versi akhirnya diperiksa oleh pengacara di yurisdiksi Anda.

Ringkasnya

Para pihak, objek, jangka waktu, harga, serah terima, kewajiban, tanggung jawab, kerahasiaan, masa berlaku, dan sengketa: sembilan bagian yang membuat kontrak menjadi jelas. Jika Anda butuh template siap pakai atau kebijakan untuk website, pesan template kontrak: Anda menjelaskan transaksinya atau website Anda, lalu menerima draf terstruktur dengan catatan untuk setiap pasal. Pembayaran baru dicairkan setelah Anda menerima hasil kerja.